Kandungan rokok dapat ditentukan lewat dua cara,
langsung memeriksa rokoknya, atau memeriksa asapnya. Asap rokok sendiri
ada dua jenis : Asap yang keluar dari pembakaran di ujung rokok dan asap
yang dihirup oleh perokok lewat ujung hisap rokok (baik filter atau
tidak). Pembahasan berikut hanya mengenai zat yang terkandung dalam asap
rokok saja (tanpa melihat ujung mana yang mengeluarkan asap).
Ada
bukti konklusif kalau tar yang terkandung dalam asap rokok dapat
menyebabkan kanker paru; faktor utamanya adalah usia individu saat mulai
merokok, kedalaman hisapan dan jumlah rokok yang dikonsumsi per hari.
Polonium, sebuah unsur radioaktif, juga diketahui hadir dalam asap
rokok; lebih dari 100 senyawa telah ditemukan termasuk nikotin, cresol,
karbon monoksida, pyridene dan benzopyrene, yang terakhir ini adalah zat
karsinogen (penyebab kanker).
Walau ada 100 lebih senyawa, berikut senyawa-senyawa penting saja yang dibahas.
Ammonia
Rumus
molekul NH3. Umumnya digunakan untuk pupuk dan pada pabrik serat dan
perantara plastik. Sudah dikenal semenjak zaman purba. Pada suhu dan
tekanan standar, NH3 adalah gas yang tidak berwarna dengan bau menusuk
bila dalam konsentrasi kecil. Dalam konsentrasi besar, mampu
menghasilkan sensasi ketika dihirup.
Arsen
Senyawa kimia
dengan simbol As. Nomor atom 33. Menyublim bila dipanaskan dan tidak
berubah pada udara yang kering, namun film oksida terbentuk di udara
lembab. Bila dipanaskan pada suhu 180 derajat Celsius di udara membentuk
arsenik trioksida yang berbau bawang putih dan beracun.
Butana
Rumus molekul C4H10. Merupakan salah satu jenis hidrokarbon asiklik jenuh. Toksisitas rendah.
Cadmium
Unsur kimia
dengan simbol Cd dan nomor atom 48. Selalu berasosiasi dengan seng
walaupun hanya menyusun 0.15 bpj kerak bumi di urutan ke 57. Memiliki
sifat racun, khususnya dalam bentuk serbuk dan potongan. Manfaat
utamanya adalah untuk memperkuat daya tahan baja terhadap karat.
Karbon Monoksida
Rumus
molekul CO, merupakan jenis oksida karbon. Merupakan senyawa karbon
inorganik. Merupakan hasil pembakaran tidak sempurna karena hanya memuat
satu atom oksigen. Ditemukan dalam asap knalpot. Tidak berbau dan tidak
berwarna namun sangat beracun. Afinitasnya terhadap hemoglobin darah
300 kali lebih kuat dari oksigen sehingga paparan gas ini dapat
mengurangi atau sepenuhnya menghilangkan kemampuan hemoglobin mengangkut
oksigen ke seluruh tubuh, menyebabkan kematian bila dalam konsentrasi
tinggi.
Hydrogen Sianida
Rumus kimia HCN. Sangat beracun. Merupakan hasil dari reaksi amonia, metana, oksigen dan nitrogen.
Metanol
Nama
lainnya metil alkohol. Rumus kimia CH3OH. Saat terbakar, metanol
memiliki asap biru dengan api transparan. Pengaruh terbesar pada selaput
lendir. Dalam tubuh, produk ini terbentuk oleh oksidasi dengan
formaldehida dan asam formik, keduanya beracun.
Naphthalene
Senyawa
ini adalah turunan dari tar batu bara. Merupakan hasil dari distilasi
tar mentah menjadi minyak kimia. Pemberian larutan caustik pada minyak
kimiawi menghasilkan lapisan minyak. Lapisan minyak kemudian diberi
larutan asam sehingga menjadi lapisan minyak netral. Lapisan minyak
netral kemudian di distilasi dan produk akhirnya adalah naphthalene.
Phenol
Rumus
kimia C6H5OH, nama lainnya asam karbolik, asam fenilik, benzofenol atau
hidroksibenzena. Merupakan senyawa hidroksi aromatik paling sederhana.
Phenol juga merupakan petrokimia paling penting. Biasa digunakan untuk
pelapis triplek. Ia memiliki bau khas dan rasa terbakar yang tajam.
Beracun bila dihirup, dicerna atau diserap oleh kulit. Ia juga
mengakibatkan iritasi. Bila ada dalam larutan yang sangat lemah, ia akan
terasa manis.
Polonium – 210
Isotop dari unsur kimia Polonium. Merupakan isotop Polonium paling stabil dalam deret radioaktif Uranium dengan waktu paruh (half life) 138,4 hari. Muncul secara alamiah hanya sebagai hasil peluruhan dari thorium dan uranium.
Toluena
Rumus
kimia C7H8. Umum diproduksi bersama dengan bensin, xylena, dan aromatik
C9 lewat pembentukan ulang katalitik C6-C9 naphtha.
Uretan
Rumus
kimianya adalah CO(NH2)OC2H5, yang disebut juga etil karbamat atau etil
uretan. Terbentuk karena pemanasan etanol dan urea nitrat pada suhu
120-130 derajat Celsius atau karena tindakan amonia pada etil karbonat
atau etil kloroformat.
Vinyl klorida
Rumus
kimia CH2=CHCl. Pengaruh terbesarnya ada pada kulit manusia yang dapat
menyebabkan sindrom Raynaud, lisis tulang distal di jari dan dermatitis
fibrosa. Menghirup gas vinyl klorida selama bertahun-tahun dapat
menyebabkan jenis kanker hati yang langka, angiosarkoma. Vinyl klorida
digunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik PVC.
sumber : http://www.faktailmiah.com/2011/03/10/kandungan-asap-rokok.html



0 comments:
Post a Comment