Kali
ini, matematikawan menemukan bahwa saat kerumunan semakin rame, orang
yang berjalan kaki cenderung bergeser posisi sehingga mereka dapat
saling berkomunikasi dengan temannya dalam lingkungan yang bising. Tapi
biasanya kan kita jalan beriringan kayak bebek kalau lagi sepi. Di
jalanan yang rame, kelompok orang justru berjalan membentuk huruf V.
Orang yang di tengah paling belakang, dan orang yang paling pinggir
berada paling depan.
Dalam
kerumunan pejalan kaki, 70% orang yang ada merupakan anggota kelompok
pertemanan yang berjalan bersama. Akibatnya, seluruh kerumunan menjadi
melambat. Orang-orang pembuat lambat ini meniru bentuk corong
loudspeaker agar suara mereka ngobrol lebih terdengar, bukannya meniru
bentuk pesawat siluman atau kelompok angsa yang melaju cepat dengan
formasi huruf V terbalik.
“Kita hampir tidak ada bedanya dari domba saat ada dalam kerumunan. Apa yang membedakan kita hanya karena kita berinteraksi secara sosial. Berjalan mundur jelas tidak praktis, jadi kita membentuk formasi V atau U dengan mengorbankan kecepatan,” kata Moussaid, matematikawan yang menemukannya. Dalam kelompok, para peneliti menemukan juga kalau mereka yang meminta orang lain bergerak lebih cepat, justru memperburuk keadaan. “Kamu menyebabkan kekacauan. Kerumunan adalah sistem terorganisir secara mandiri, jadi kalau kamu tidak bekerja sama, sistemnya rusak dan kamu memperlambat semua orang,” kata Moussaid.
Wah, jadi gimana. Kamu ternyata gak bisa memaksa orang didepan kamu untuk mempercepat jalannya. Ya, sudah, seharusnya kamu gak usah lewat jalan yang rame.
“Kita hampir tidak ada bedanya dari domba saat ada dalam kerumunan. Apa yang membedakan kita hanya karena kita berinteraksi secara sosial. Berjalan mundur jelas tidak praktis, jadi kita membentuk formasi V atau U dengan mengorbankan kecepatan,” kata Moussaid, matematikawan yang menemukannya. Dalam kelompok, para peneliti menemukan juga kalau mereka yang meminta orang lain bergerak lebih cepat, justru memperburuk keadaan. “Kamu menyebabkan kekacauan. Kerumunan adalah sistem terorganisir secara mandiri, jadi kalau kamu tidak bekerja sama, sistemnya rusak dan kamu memperlambat semua orang,” kata Moussaid.
Wah, jadi gimana. Kamu ternyata gak bisa memaksa orang didepan kamu untuk mempercepat jalannya. Ya, sudah, seharusnya kamu gak usah lewat jalan yang rame.
Referensi :
M. Moussaïd, N.Perozo, S. Garnier, D. Helbing, and G. Theraulaz. The walking behaviour of pedestrian social groups and its impact on crowd dynamics. PLoS ONE, 2010, 5(4):e10047
M. Moussaïd, N.Perozo, S. Garnier, D. Helbing, and G. Theraulaz. The walking behaviour of pedestrian social groups and its impact on crowd dynamics. PLoS ONE, 2010, 5(4):e10047



0 comments:
Post a Comment